Cerita tentang Rara, sharing ala Rara, semuanya ada di sini. Tapi kalau mau tau cerita tentang Rara lainnya bisa ke mooniestery.blogspot.com ya xixixi
Pernah Mati Dalam Waktu 5 Detik.
Worth it 'kah ke Kota Tua Sendirian?
Di umur yang baru menginjak 19 tahun ini aku terbiasa pergi ke Jakarta seorang diri. Menaiki kereta api, turun di Stasiun Gambir atau Pasar Senen. Terkadang aku menggunakan kereta argo parahyangan, tak jarang pula dengan kereta serayu.
![]() |
| Stasiun Pasar Senen |
Melakukan suatu hal selalu ada plus dan minusnya. Begitu juga saat aku pergi ke Kota Tua seorang diri. Plusnya, kita jadi lebih leluasa untuk meng-explore suatu tempat, tidak perlu berdebat untuk menentukan sebuah pilihan, juga kita bisa memahami diri kita sendiri. Minusnya, ya mungkin bagi sebagian orang yang senang bersama banyak orang untuk mengunjungi suatu tempat memang lah sulit, tapi tidak ada salahnya jika kita mulai berinteraksi kepada orang asing. Mungkin memang selama perjalanan ini yang aku butuhkan berinteraksi dengan teman, agar tidak bosan selama perjalanan. Tapi itu juga tidak menutup kemungkinan untuk aku bersenang - senang dengan seorang diri.
Bagi kalian yang ingin berkunjung ke suatu tempat sendirian tapi masih ragu, coba saja sebelum itu kalian pergi ke Mall sendiri, mungkin bisa membantu. Lama kelamaan kalian akan terbiasa betapa nikmatnya berpergian seorang diri.
Jika Sedang Haid Bagaimana Bisa Mendaki Gunung Dengan Aman dan Nyaman?
Permasalahan utama perempuan yang ingin mendaki gunung selain karena izin, ialah karena sedang haid atau menstruasi. Bagaimana cara aku sebagai pendaki gunung perempuan mengatasi hal tersebut? Mungkin beberapa cara aku bisa kalian lakukan.
Sebelumnya perkenalkan nama aku Rahasti Herliapsari bisa dipanggil Rara. Perempuan berumur 18 tahun, yang nanti pada bulan Maret berumur 19 tahun. Aku bukan pendaki yang handal, yang sempurna, dan lagi pengetahuanku tentang gunung masih kurang. Tapi semoga saja dengan tips dari aku ini bisa membantu para wanita pendaki gunung di luar sana.
Dari kelas 10, awal mengikuti pendidikan latihan dasar dari ekstrakurikuler pecinta alam, ketika ingin berangkat mendaki aku selalu mengalami menstruasi. Dari mulai hari pertama sampai detik - detik terakhir sudah aku rasakan. Bagaimana aku bisa mendaki dalam keadaan sedang haid dengan aman?
Pertama, jangan lupa membawa alkohol 70%. Itu membantu untuk menghilangkan bau yang tak sedap.
Kedua, selalu siap sedia keresek atau plastik. Memang, membuang - buang plastik, tapi bagaimana lagi? Mungkin bisa juga menggunakan goodie bag atau tote bag, tapi aku pribadi belum pernah mencoba.
Ketiga, bawa pembalut satu bungkus untuk jaga - jaga. Selain untuk haid, pembalut bisa membantu kaki untuk menghindari dari luka atau lecet.
Keempat, bawa jamu untuk menstruasi seperti kiranti.
Lalu, bagaimana caranya? Ketika kalian mengganti, biasakan katakan permisi pada 'penghuni' sana. Setelah pembalut lama kalian lepas, langsung basuh dengan alkohol yang kalian bawa, setelah itu gulung, dan taruh ke dalam keresek. Jangan lupa, kemaluan kalian juga dicuci dengan air bersih atau tisu basah. Agar tetap higienis dan terhindar dari penyakit.
Bagaimana kalau ingin buang air kecil saat haid?
Saat buang air kecil, setelah kalian sudah selesai, siram air kencing kalian dengan alkohol atau air. Agar tidak terjadi hal - hal yang tidak diinginkan. Oh, iya, jangan lupakan etika ketika disana, ya. Selalu ucapkan permisi, jangan berkata yang aneh - aneh, dan selalu berdoa dimana pun kalian berada.
Bagaimana pula jika saat menstruasi, perut melilit ketika berada di gunung?
Sakit perut, sakit badan, memang menjadi masalah besar ketika sedang menstruasi. Jika hari pertama menstruasi adalah hari pertama kalian mendaki, usahakan membawa kiranti, dan selalu siapkan air panas.
Jujur saja, selama aku menstruasi ketika berada di gunung aku tidak pernah merasakan sakit perut atau sakit badan. Dan memang yang paling ribet itu ketika ingin mengganti. Oh, iya, jangan lupa ketika sudah sampai basecamp, langsung kalian cuci pembalut kotor kalian, ya!
Mungkin itu tips dari aku, mohon maaf jika kurang jelas. Kalau butuh tambahan, bisa tanyakan pada aku pribadi.Selamat melakukan pendakian untuk para pendaki wanita! Jangan takut lagi untuk mendaki saat haid, ya!!♡


