Waaah, dua tahun aku gak sharing di sini. Ya, gak tau juga sih apa yang harus ditulis di sini. Tulisan ini juga mendadak aku tulis karena baru keingetan aja soal budget aku ke Bangkok kemarin yang super duper murah. *menurut aku*
Aku ke Bangkok untuk keperluan konser. Konser Harry Styles yang digelar di Rajamangala National Stadium, Bangkok, pada tanggal 11 Maret 2023. Bekal aku ke Bangkok ini bener-bener modal nekat, karena aku sama temanku ini lagi gak ada duit sama sekali. Ditambah kita di Bangkok itu selama lima hari. Dari tanggal 9 Maret sampai 12 Maret.
Total pengeluaran aku ke Bangkok termasuk tiket konser Harry hampir 10jt. Kalau tidak termasuk tiket Harry, ya dikurang aja 2,850.
Definisi hidup lagi seret-seretnya, malah ke Bangkok.
Hampir 10jt tuh untuk pengeluaran apa aja sih? Dan worth it gak?
Worth it banget!
![]() |
| Wat Arun |
Pertama pengeluaran yang paling besar itu tiket pesawat pp. Kita mepet beli tiket pesawatnya, alhasil susah banget buat cari tiket yang murah. Ditambah ada konser 'kan, pasti mereka memanfaatkan keadaan. Ini aja kita hoki banget dapet tiket dua juta sekali berangkat pakai maskapai Malaysia Airlines. Dikasih makan dan bagasi 20kg! Meski transit dulu, TAPI TETEP OK BANGET GAK SIH??? Pulang pun dengan harga yang sama. Jadi ya untuk pp kita ngeluarin kurang lebih 4 juta-an.
Ini kita beli tiket pesawat tuh seminggu sebelum berangkat. Bener-bener mepet banget dan sangat tidak disarankan. Karena gak melulu dapet tiket murah dan menguntungkan seperti yang aku dapet. Jadi, ya, kalau mau liburan pinter-pinter milih tanggal sih menurut aku. Kalau ini bukan karena Harry juga gak akan senekat ini wkwkwk.
Transit di Malaysia juga gak terlalu lama. Pas buat kita bengong dulu di Bandara Kuala Lumpur. Untuk berangkat kita transit 2 jam, untuk pulang kita transit 8 jam hahaha. Tapi kalau pulang kita dapet yang flight malam. Jadi sampai Kuala Lumpur itu tengah malam, dan flight lagi besok pagi. Jadi kita bener-bener tidur selama transit. Transit 8 jam pun gak kerasa karena dipakai tidur. Jadi sampai Cengkareng itu tanggal 13 Maret karena transit, dan keluar dari Bangkok jam 9 malam kurang.
Pengeluaran kedua adalah akomodasi. Aku pesan hotel bintang tiga di daerah Huai Khwang. Itu agak jauh dari pusat kota / Pratunam. Karena alasan yang sama, kita cari murah. Kalau hotel sekitaran Pratunam udah pasti mahal. Ditambah biar agak dekat dengan lokasi konser Harry yang berada di daerah Bang Kapi. Kita kedapetan hotel 5d4n dengan total 800rb dikurang voucher diskon Traveloka. Jadi total hotel 5 hari dibagi dua itu kurang dari 400rb. OKE GAK? OKE BANGET BUAT YANG MAU NYARI MURAH. Meski fasilitas hotelnya tidak se-wah bintang tiga lainnya. Ya, dengan harga 400rb udah nginep 4 malem masa minta yang ekstra.. Tapi cuma kekurangan tontonan aja sih. Televisi yang mereka sediakan itu televisi lokal tanpa subtitle. Yaaaa, gimana kita pahamnya cobaaaa...
Sebetulnya ada kolam renangnya, tapi kemarin lagi gak bisa dipakai untuk umum. Gak tahu juga kenapa. Fasilitas yang lain oke sih, AC jalan; kasur enak; kamar luas; parkiran luas; lingkungan sekitar hotel enak banyak jajanan; deket Sevel dan Family Mart; 1 km ke Stasiun MRT; terus tiap malem kita dikasih tisu baru dan air minum baru! Mereka selalu taruh di depan pintu. Sementara untuk kekurangannya, air panasnya kemarin sempet rusak dan cuma jalan di hari pertama kita sampai Bangkok. Sisanya kita mandi pakai air dingin.
Nama hotelnya All Together Suite. Aku kedapetan di lantai 4. Dan kayaknya semua kamar di sini dapet fasilitas balkon. Balkonnya juga cukup luas.
Jadi untuk rating keseluruhan hotel ini dari aku 8/10.
Pengeluaran ketiga adalah bekal jajan di sana. Selama lima hari aku di Bangkok, aku cuma ngeluarin 1,8! Bukan, bukan cuma karena di Bangkok murah-murah, tapi kitanya juga yang gak ada duit. Duit kita menipis banget. Makanya kita gak aneh-aneh selama di sana. Gak open jastip juga karena keterbatasan duit.
Awal sampe tuh kita masih belum ngerti soal transportasi umum Bangkok. Jadi dari Bandara Suvarnabhumi ke Huai Khwang kita pake Grabcar. Kalau gak salah 300-an baht deh?
*1 baht = Rp.430 (tergantung kurs karena suka berubah-ubah)
Padahal ada yang versi murahnya yaitu pake Airport Link.
Kita sampai hotel sekitar jam 9 malam. Dan gak ke mana-mana selain jajan ke Family Mart. Masih baru, masih belum ngerti. Meski hari-hari sebelumnya bahkan satu bulan sebelum keberangkatan aku udah bikin planning itinerary tapi tetep aja di hari pertama kita sampai Bangkok masih culture shock. Belajar mengenal situasi dulu.
Untuk di hari kedua, kita mutusin buat pergi pakai MRT. Di Bangkok itu untuk turis atau yang bukan warga lokal pakai semacam koin penny buat naik MRT. Di awal Stasiun di-tap dan di akhir Stasiun dimasukin kayak celengan gitu. Untuk harga, kemarin aku dari Huai Khwang ke Itsaraphap 22 baht, melewatkan 10 Stasiun. Tapi kalau untuk MRT gak bakal lebih dari 50 baht. Paling mentok 40 baht dari tujuan awal sampai tujuan paling akhir. Karena selama aku di Bangkok, aku selalu bayar kurang lebih 20-an baht dan gak pernah sampai 30 baht.
Di Bangkok selain ada MRT, ada BTS Sky Train dan Airport Link yang tadi aku bilang. Kemarin kita gak naik BTS Sky Train karena gak ada destinasi dari kita yang menggunakan transportasi umum tersebut. Ya, karena aku gak mencoba BTS Sky Train, aku mohon maaf untuk gak memberi informasi tentang BTS Sky Train. Semoga aku punya kesempatan buat balik lagi ke Bangkok dan mencoba BTS Sky Train!
Oh, ya, selain rute, yang membedakan MRT dan BTS Sky Train adalah letak posisi mereka. BTS Sky Train ada di atas dan bisa melihat pemandangan kota, kalau MRT di bawah tanah dan cuma bisa liat tembok selama keretanya jalan.
Lanjut lagii..
Jadi selama di sana kita cuma pakai MRT, bus kota, dan Airport Link. Aku lebih sering pakai MRT karena udah ngerti rute dan lebih mudah untuk dihafal. Kalau bus kota aku masih belum paham rutenya. Jadi mungkin untuk bus kota aku cuma bisa ngasih informasi kalau sistem mereka masih pakai kernet. Sebutin aja halte tujuan kalian, dan kernet tersebut akan menyebutkan harganya. Setelah kalian ngasih uang baht kalian, mereka akan memberikan karcis. Untuk turun, cukup tekan bel yang ada di sana. Biasanya bel tersebut ada di tengah-tengah bis, di depan dekat supir, atau di belakang. Kayak bus kota di Korea Selatan kalau kalian suka nonton drakor.
Dan for your information bus kota itu gak akan berhenti di tiap halte kalau tidak ada orang di halte itu atau tidak ada yang menekan bel. Jadi pastikan kalian peka sama situasi dan gak banyak main gadget atau ngobrol sama teman. Karena kalau nyasar bisa beda cerita kayak aku kemarin nyasar karena salah bus wkwkwk.
Untuk Airport Link harganya sedikit lebih mahal dari MRT, dan jaraknya lebih pendek karena Airport Link menghubungkan Bandara Suvarnabhumi sampai Terminal Phaya Thai. Aku naik dari Makkasan sampai Suvarnabhumi, melewatkan 4 Stasiun, bayar dengan harga 35 baht. Buat yang ingin naik Airport Link tapi naik MRT dulu sebelumnya bisa turun di Stasiun Petchaburi untuk transit. Di sana ada rute tersendiri untuk ke Stasiun Makkasan. Udah mereka fasilitasi buat siapapun yang transit dari Petchaburi ke Makkasan.
Selama berjalan dari Petchaburi sampai Makkasan banyak yang jual makanan, dijamin bisa beli-beli dulu sambil nunggu keretanya datang.
Beli tiketnya bisa on the spot. Di sana ada mesinnya sendiri khusus. Jangan lupa untuk ubah bahasanya ke bahasa Inggris. Model mesinnya mirip-mirip sama mesinnya McD. Untuk bayar, tinggal masukkan uangnya dalam jumlah yang pas. Gakpapa terpisah atau recehan juga. Mesin itu tetep nerima, asal nominalnya pas gak kurang dan gak lebih.
Sama kayak MRT, Airport Link pakai koin penny juga. Yang harus kalian tap di awal Stasiun dan dimasukkan di akhir Stasiun.
Untuk destinasi-destinasi wisata di Bangkok sejujurnya aku gak ke banyak tempat waktu di sana. Karena pikiran aku cuma konser-konser-konser. Gak mikirin ke mana-mananya. Cuma yang penting ke tempat yang ada di Bangkok aja. Jadi aku cuma ke Wat Arun, Pratunam Market, Mall Platinum, Chatuchak Night Market, dan Mako Museum. Sedikit banget, ya? :')
Di Bangkok ada sungai panjang yang memisahkan antara Wat Arun dan Wat Pho. Dan Wat Arun berada di seberangnya (dari arah Huai Khwang). Nah, untuk yang ke Wat Arun pakai MRT, kalian turun di Stasiun Itsaraphap. Jarak dari Stasiun ke Wat Arun sekitar 700 meter. Jarak yang nanggung menurut aku. Dan di situ lah kali pertama aku naik Grab motor di Bangkok.
Culture shock pertama: helm itu gak wajib :'). Rata-rata di sana kalau naik Grab motor driver-nya jarang banget ngasih helm. Bahkan di tengah kota pun, banyak pengendara yang berkendara tanpa helm. Oh, ya, intermezzo sedikit, ada satu life hack dari aku hahaha. Kalau kalian malas naik MRT atau bus kota, kalian bisa pesan Grab motor lalu bonceng tiga. Tinggal nambahin aja 10 atau 15 baht dari nominal aslinya. Itu cara aku kemarin dari hotel ke Stasiun Huai Khwang. Yang harusnya kita bayar 50 baht, jadi 65 baht dengan bonceng tiga. Dan ini worth itttt banget karena mereka gak keberatan sama sekali.
Lanjut lagiii...
Karena jaraknya yang nanggung, aku naik Grab dari Stasiun sampai Wat Arun. Tiket masuk Wat Arun cuma 100 baht. Plus dikasih air minum. Dan tidak disarankan buat pakai baju yang terbuka di sini. Kalau udah terlanjur pakai baju mini, mereka bakal ngasih kain untuk menutupi bagian tubuh yang terbuka.
Alasannya, karena kan ini kuil Buddha, ya. Jadi harus menghormati apapun. Termasuk cara berpakaian.
Di Wat Arun juga bisa menyewa pakaian adat Thailand untuk kepentingan foto. Untuk harganya aku kurang tahu karena kemarin kita gak nyewa pakaian adatnya. Mereka juga menyediakan jasa foto. Mungkin harga itu termasuk pakaian sama foto kali ya..
Karena Wat Arun yang berseberangan sama Wat Pho, kita naik kapal untuk nyebrang. Jaraknya pendek banget dan harganya ini lucu, cuma 5 baht. Beberapa ada yang dapet tempat duduk, beberapa ada yang berdiri. Ya, Alhamdulillah kemarin kedapetan tempat duduk.
![]() |
| Tuk-Tuk di samping Wat Pho |
Niatnya kita dari Wat Pho ke Pratunam itu pakai Tuk-Tuk, tapi hampir aja kena scam. Jadi gak jadi. Aku lebih milih uang agak lebih untuk Grab motor lagi dibanding Tuk-Tuk yang mungkin bisa lebih murah tapi kena tipu muslihat driver-nya. Buat kalian yang ada budget lebih dan ingin punya experience naik Tuk-Tuk bisa banget sih naik. Aku juga sebenernya pengen banget. Tapi ya, masih takut. Mungkin lain kali.
Naik Grab seinget aku, aku bayar kurang dari 80 baht. Pokoknya sebenernya harganya jauh beda sama Tuk-Tuk kalau lagi hoki. Cuma, ya, gakpapa lah ya. Lumayan motoran di Bangkok. Dan kali ini aku motorannya pakai helm! Lucu banget ngelewatin jalanan-jalanan di Bangkok.
Kisaran harga baju di Pratunam dan Platinum gak jauh beda sama Indonesia. Kalau lagi beruntung, dapet yang murah. Cuma aku gak beli baju banyak di sini karena modelnya yang biasa aja. Di sini juga banyak banget yang live. Entah live Tiktok atau Shopee atau Instagram.
Spoiler: kalau buat jastip baju lebih baik di Chatuchak daripada di Pratunam.
Makanan di sini juga selayaknya Mall pada umumnya. Cuma kalau masuk ke Pratunam Market lumayan nemu makanan yang unik-unik. Aku gak mau ambil risiko, jadi main aman aja. Beli makanannya McD. Lumayan nyobain McD-nya Bangkok. Sausnya manis. Seperti saus-saus Bangkok yang dijual di Indimart.
Kalau kalian suka estetika, museum art, dan ketenangan jawabannya ada di Mako Museum. Harga masuknya lumayan pricey, yaitu 250 baht. Sayangnya kita ke sana terlalu sore jadi sebetulnya kita belum terlalu puas buat explore lebih dalam. Mereka tutup jam 6 sore. Kalau kalian mau ke Mako Museum, naik MRT dari mana pun dan turun di Stasiun Chatuchak Park. Terus lanjut naik bus kota nomer 510. Pulang pun rute-nya sama.
Hati-hati di Halte Chatuchak Park itu rame banget, banyak bus kota yang lewat dan berhenti di situ. Tapi jangan khawatir, karena tetap ada monitor pemberitahuan pukul berapa bus itu lewat.
Aku pengen banget explore Chatuchak lebih jauh kalau bisa ke Bangkok lagi. Karena Chatuchak surganya turis. Banyak banget baju yang unik-unik dan identik dengan Thailand banget. Harganya juga murah. Makanannya beragam. Kemarin aku makan sushi 5 baht, hahaha lucu banget sih beli sushi harganya di bawah 3rb rupiah.
Kalian bakal nemu banyak hal aneh di Chatuchak. Aku menyesal banget ke Chatuchak-nya malem gak dari siang. Jadi cuma sebentar explore-nya. Pengen banget balik lagi ke Bangkok.
Notes khusus dari aku: karena di Bangkok itu bisa tarik tunai di ATM kalau kartu ATM kalian ada mastercard-nya (bank apapun yang ada tanda mastercard), jadi aku saranin kalau kalian mau tarik tunai, tarik tunai sekali aja. KARENA BIAYA ADMINNYA MAHAL BANGET. 124rb rupiah untuk sekali tarik. 124rb hanya untuk biaya admin. Dan aku kemarin tarik tunai tiga kali :'). Memang lebih enak udah nyiapin uang dari Indonesia, lebih praktis, tapi ini jaga-jaga kalau ternyata kalian butuh budget lebih, tarik tunai jawabannya. Tapi cukup sekali aja.
Yaah, aku pikir soal budget murah aku di Bangkok kemarin cukup segitu. Semoga penjelasan aku mudah dimengerti buat kalian atau siapapun yang mau ke Bangkok. Kalau kalian mau ajak aku ke Bangkok juga boleh hehehe. <3


No comments:
Post a Comment