![]() |
| 🧡💫 |
Setelah MRT 2 tahun diresmikan akhirnya aku bisa merasakan jugaaa!!! /senang/
Satu kata, seruuuu!
Kalau ditanya mau lagi atau nggak, jawabannya tentu aja iya! Ya, kali gak nyobain lagi? Mana waktu kemarin aku rutenya pendek, jadi gak kerasa.
Ini bermula waktu aku lagi di Jakarta, dan aku punya waktu satu minggu di sana. Karena jadwalku dari hari Senin sampai Kamis diisi sama kuliah dan jagain ponakan, akhirnya hari Jum'at aku minta kakak kelas aku waktu SMA–Zais–untuk nemenin aku naik MRT. Karena kebetulan dia lagi di Jakarta dalam waktu yang lama. Dia juga udah pernah naik MRT, jadi aku gak bakal keliatan norak - norak amat naiknya.
Aku berangkat jam sembilan dari Pondok Kelapa, dan ketemu Zais di Pancoran Barat. Kebayang 'kan jauhnya? Aku naik Busway rute Pondok Kelapa - BKN, turun di BKN, lanjut naik arah Harmoni terus turun di Cawang UKI, naik Busway arah Pluit, dan turun di Pancoran Barat. Ya, lumayan aku juga agak rindu naik Busway jadi jaraknya jauh juga aku gak masalah, hahaha.
Pertama kali aku ketemu Zais, aku langsung minta minumannya karena haus banget brouuu, mana panas lagi. Kita langsung berangkat ke Blok M, karena rencana naik MRT-nya itu dari Blok M sampai Bundaran HI. Dan karena waktu itu hari Jum'at, jadi aku nemenin Zais jum'atan dulu. Tapi dia gak jadi jum'atan HAHAHA astaghfirullah kafir.
Eh, tapi bukan sengaja. Itu karena di masjidnya diwajibkan pakai sejadah, sementara Zais gak bawa sejadah. Ya... ya, kali 'kan nenteng sejadah kemana - mana? Alhasil, dia bolos Jum'atan (lagi). Iya, dia udah dua minggu gak jumatan.
Tobat, lah, tobat wahai sahabat.
Ya, karena Zais gak jum'atan, kita makan mie ayam dulu di daerah Blok M. Lumayan, mie ayam baso dengan porsi banyak cuma seharga 15.000.
Setelah makan, kita mulai jalan ke stasiun jam setengah satu. Nge-tap kartu sebagai tanda kalau kita udah bayar. Jangan lupa cek saldo dulu, ya!
![]() |
| 📍Stasiun Blok M |
Nunggu beberapa menit, keretanya sampai! Dan, whuuuushh ngebut xixixi. Orang - orang tidak excited seperti aku. Ya, mungkin bagi mereka udah biasa kali, ya.
Setelah dari Stasiun ASEAN, kita masuk ke bawah tanah. Seru banget kayak di luar negeri.
Berasa udah pernah aje lu, Ra.
Akhirnya setelah dari Stasiun ASEAN, lanjut ke Stasiun Senayan, terus Stasiun Istora Mandiri, Bendungan Hilir, Setiabudhi Astra, Dukuh Atas, dan yang terakhir Bundaran HI!
Perjalanan dari Stasiun Dukuh Atas sampai Bundaran HI sepi banget di gerbongnya. Cuma ada aku, Zais, dan dua orang lain di ujung sana.
![]() |
| Jangan lupa jaga jarak!! |
Aku kira setelah sampai di Bundaran HI, kita langsung balik lagi ke Blok M. Ternyata nggak, Zais ngajak keluar stasiun dulu dan WOW!, Jakarta panas sekali, ya. Ya, iya, lah Rara stupit, gimana gak panas orang itu jam setengah dua siang????
Sewaktu kita udah di luar, kita bingung mau kemana. Tiba - tiba Zais liat banyak sepeda terparkir rapi. Niatnya mau naik sepeda, iya jam setengah dua siang. Tapi gak jadi, selain harus pakai aplikasi Gowes, mereka juga menyuruh kita untuk top up minimal 25.000. Sementara sepeda disewakannya dengan harga 3.000/15 menit. Aku merasa kalau itu terlalu banyak, ya.. karena aku 'kan gak menetap di Jakarta, jadi kalau saldonya masih ada tuh kayak sayang aja gitu, wkwk.
Akhirnya sadly kita gak jadi sepedaan. Padahal aku yakin pasti bakal makin seru banget kalau sepedaan.
![]() |
| Panassshhh🌞🌞 |
![]() |
Saat itu matahari lagi terik - teriknya, bikin muka aku jadi makin basah sama keringat. Kebetulan aku liat bapak - bapak jual tisu keliling, dan aku beli satu yang seharga 5.000 untuk ngelap muka yang basah banget.
Karena gak tahan sama panasnya Jakarta, aku sama Zais memutuskan untuk balik lagi ke Stasiun untuk kembali ke Blok M. Rencana kita mau ke Pluit buat beli seblak hits. Sebenernya aku gak begitu tertarik sama seblaknya, cuma karena Diaz mau nyoba aku jadi penasaran. Akhirnya aku kesana terlebih dahulu dengan niat memberi review padanya.
Haus banget dipikir - pikir, ya. Jalan keliling di Blok M, terus naik MRT, jalan sebentar di daerah Bundaran HI yang panasnya subhanallah bikin tenggorokan aku kering minta untuk disiram. Aku dan Zais pun beli minum menggunakan vending machine, "haus, ih." Aku berucap setelah sampai di Stasiun. "Mau beli minum dulu gak? Cobain itu, yuk, apa namanya.. vending machine." Jawab Zais, aku mengangguk menyetujui. "Ayo, di kampus aku ada gituan jadi bisa pakenya, gak kampung - kampung amat." Akhirnya kita sama - sama beli leminerale. Biar ada manis - manisnya gitu kayak aku. :D
Tap! Kita bisa langsung naik keretanya, deh. Oh, iya, harga MRT dari Blok M - Bundaran HI itu 8.000, ya, teman - teman. Kalau sesuai rute dari ujung ke ujung alias dari Bundaran HI sampai Lebak Bulus itu 14.000.
Balik lagi, deh, ke Blok M. Ambil motor, langsung cus ke Pluit. Yeay! Seblak I'm comingg!!!
Jakarta, tadi panasnya kayak kebakaran hutan tiba - tiba didatangi hujan. Hujannya betulan, bukan cuma gerimis manis. Tapi deres. Mana gak bawa jas hujan. Niatnya mau diterobos aja, tapi karena volume air yang kian menambah, kita berteduh di Senayan JCC. Cukup lama kita berteduh, kayaknya ada, deh, kita nunggu 30 menit-an?
Lalu kita gak jadi buat beli seblak di Pluit karena terlalu jauh. Takutnya nanti hujan lagi. Dan kita mutusin buat beli seblaknya di Tanjung Duren. Seblaknya tetep sama, cuma beda lokasi aja.
Dan, yeay!!! Beli seblak!
Jujur aja, harganya cukup mahal bagi aku untuk ukuran semangkuk 'seblak'. Karena yang aku tau, seblak seharga 15.000 aja udah mahal banget. Aku beli empat macem, dengan harga 30.000, Zais juga sama empat macem cuma Zais total 36.000. Plus minum es teh manis 5.000. Total yang tadi belum termasuk minum.
![]() |
| Seblak 30.000 :D |
Mahal, ya? :D
Aku aja kaget.
Ya... aku penasaran karena di-review Ria SW, sih.
Mana aku pedesnya terlalu banyak. Jadi gak habis karena gak kuat.
Ah, 30.000-ku </3
Dengan ini berat aku nyatakan bahwa, seblak tersebut tidak rekomen bagi kalian orang Bandung yang mau nyoba seblak di Jakarta.
Abis makan seblak, kita pulang. Karena jam menunjukkan pukul empat sore. Zais nganter aku sampai Halte Slipi, dan aku pulang dengan rute busway yang sama pada saat berangkat.
And, YEAAYYYY!!!! Trip singkatku selesaaiii!!! Ah, aku senang sekali. Aku anggep aja naik MRT ini adalah kadoku tahun ini. Simple sekali, ya? Ah, aku memang anaknya sederhana seperti rumah makan Padang.
Kalau dari kalian ingin naik MRT, tolong dengan sangat ajak aku, ya. Atau kalau kalian mau ke Dufan... hehehehe. Aku lagi bm banget ke Dufan sama ke Pantai.
Ya, banyak mau.
Ah... sudah, deh, blog-ku tentang naik MRT. Semoga informasi yang aku sampaikan bisa dipahami dengan mudah, ya!
Rarastyles pamit dulu. Xixixi.
Stay safe, stay healthy, and be happy everyone.❤️






