Pernah Mati Dalam Waktu 5 Detik.

Waktu bulan Desember tahun 2016 lalu, aku mengikuti Pendidikan dan Latihan Dasar GEPALA. Salah satu ekstrakurikuler yang aku ikuti sewaktu aku SMA. Dari kecil aku paling tidak suka jalan kaki dalam waktu yang lama. Dan aku juga tidak suka membawa beban berat. Sebuah kesalahan karena aku mengikuti kegiatan yang membutuhkan jalan kaki yang banyak serta membawa bawaan yang cukup berat.
 
Karena hal itu, di hari pertama aku mengikuti Diklatsar GEPALA, selama perjalanan aku selalu terjatuh pingsan karena fisik dan mentalku benar - benar diuji. Membawa tas carrier dengan beban 18kg, dan menempuh perjalanan sepanjang 10km. Mungkin karena membawa beban banyak dan menjadi siswa yang serba salah saat itu, membuat fisik dan mental lemah aku tidak kuat menahannya. Ditambah teriknya matahari membuat perjalanan semakin menyenangkan. 
Memulai perjalanan pada pukul 8 pagi, sampai ke Basecamp pukul 5 sore. Tubuh ini sudah terasa sangat lelah, padahal ini masih hari pertama mengikuti Diklatsar.
Keesokan harinya, dalam agenda setiap pagi dan malam semua siswa dicek kesehatan oleh para panitia untuk memeriksa seluruh kesehatan pada tubuh siswa. Pada pagi itu, aku tidak tahu apa yang terjadi padaku tetapi tim medis tidak merasakan adanya denyut nadi pada tubuhku dalam kurun waktu 5 detik. Mungkin tubuhku terlalu drop karena ini kali pertama aku melakukan perjalanan yang sangat berat. Oleh karena itu, hari kedua karena tujuan kami semua itu naik ke puncak Gunung Burangrang, aku salah satu siswa yang tidak ikut karena tim medis mengatakan bahwa tubuhku tidak bisa menahannya. Alhasil, aku dibawa ke bawah oleh salah satu panitia dan berdiam diri di dalam mobil medis.
Sorenya, aku dan beberapa panita pindah dari Cikawari ke Legok Haji. Karena siswa dan panitia yang dari puncak segera turun, aku akan bertemu beberapa temanku lagi setelah seharian tidak bertemu.
Lalu aku dan dua anggota tetap berjalan dari parkiran menuju Basecamp. Jantungku berdegup cepat karena aku takut. Tidak ada kakak kelas yang menemaniku. Hanya dua alumni lama yang mengantarkanku sampai ke Basecamp.
Akhirnya pukul 7 malam, aku bertemu dengan teman - temanku. Wajah lelah mereka sangat terlihat karena mereka baru saja naik dan turun dari puncak.

Jadi itu lah kejadian yang tidak pernah aku duga selama hidupku. Apa jadinya jika denyut nadiku terus hilang tidak berdenyut kembali? Hiii.. mengerikan.

No comments:

Post a Comment